Tradisi Paskah di Berbagai Negara

Friday, April 3, 2026

 

Paskah tak hanya diperingati sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus, tetapi juga dirayakan dengan berbagai tradisi yang unik dan menarik di seluruh dunia.Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam menyambut momen sakral ini, mulai dari prosesi keagamaan yang khidmat, hingga kegiatan meriah yang melibatkan masyarakat luas.

Secara historis, perayaan Paskah diperkirakan telah dimulai sejak abad ke-2 dan dikenal dengan nama Easter Day. Nama ini berasal dari “Eostre”, dewi musim semi dalam mitologi Eropa. Tak heran jika Paskah biasanya jatuh saat titik balik musim semi, terutama di wilayah Eropa, mengikuti penanggalan Julian.

Meski isi utamanya tetap sama merayakan kemenangan atas kematian dan dosa, namun tradisi Paskah mencerminkan kekayaan budaya dan keimanan umat Kristiani di berbagai belahan dunia.

Paskah sering kali dikaitkan dengan telur dan berbagai kegiatan seputar-nya. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak negara mulai mengembangkan tradisi Paskah yang khas, menyesuaikan dengan budaya lokal mereka. Hal ini menjadikan perayaan Paskah semakin kaya dan meriah dengan beragam bentuk kreativitas.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah tradisi unik dalam merayakan Paskah di berbagai belahan dunia .

1. Perang Air di Ukraina

"Perang air" Paskah di Ukraina, yang lebih dikenal sebagai "Wet Monday" (Senin Basah) atau Polivany Ponedilok dalam bahasa Ukraina, adalah tradisi kuno yang dirayakan pada hari Senin setelah Minggu Paskah Ortodoks. Tradisi ini melambangkan penyucian spiritual, kesehatan, dan penyambutan musim semi. 

Tradisi ini berakar dari kepercayaan bahwa air pada hari Senin Paskah memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan, membersihkan tubuh dan jiwa, serta membawa kesuburan. Secara tradisional, anak laki-laki akan menyiramkan air ke anak perempuan sebagai tanda perhatian. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang menjadi perang air yang lebih inklusif dan meriah. Dimana semua orang, tanpa memandang gender atau usia, saling menyiramkan air menggunakan ember atau pistol air.

Meskipun dirayakan di seluruh Ukraina, tradisi "Wet Monday" paling aktif dan meriah dirayakan di bagian barat Ukraina, terutama di kota Lviv. Meskipun dalam situasi perang, perayaan ini sering kali tetap dilakukan sebagai bentuk ketahanan budaya dan simbol kemenangan kehidupan atas kematian.

Di beberapa daerah, anak laki-laki yang menyiram air akan diberikan telur Paskah (pisanki) sebagai imbalan. Tradisi serupa juga ditemukan di negara-negara Eropa Tengah dan Timur lainnya, seperti Polandia (Śmigus-Dyngus), Hungaria, dan Slowakia. 

2. Maundy Thursday di Inggris

Kamis sebelum Paskah dikenal sebagai Maundy Thursday. Dalam tradisi ini, Raja atau Ratu Inggris memberikan uang koin khusus (Maundy money) kepada warga lansia. Sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan, mengikuti teladan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya.

Istilah "Maundy" berasal dari bahasa Latin mandatum (perintah), merujuk pada perintah Yesus kepada murid-murid-Nya untuk saling mengasihi, yang disampaikan saat pembasuhan kaki. Raja atau perwakilan kerajaan membagikan dompet merah dan putih berisi koin Maundy kepada pensiunan yang berjasa, dengan jumlah penerima pria dan wanita sesuai dengan usia sang Raja.

Banyak gereja di Inggris (Anglikan dan Katolik) mengadakan kebaktian khusus pada malam hari, merenungkan Perjamuan Terakhir. Kadang-kadang membasuh kaki jemaat sebagai simbol pelayanan. Koin yang diberikan adalah uang logam perak khusus yang disahkan sebagai alat pembayaran. Namun biasanya disimpan sebagai kenang-kenangan oleh penerimanya. Jatuh pada Kamis sebelum Paskah, menandai dimulainya Triduum Paskah. 

 

 

(dok: Express.co.uk)

3. Lonceng Terbang di Prancis

Di Prancis, terdapat kepercayaan bahwa lonceng-lonceng gereja "terbang" ke Roma saat Kamis Putih sebagai simbol duka. Serta  kembali berbunyi meriah di Minggu Paskah sebagai lambang sukacita atas kebangkitan Kristus.

Les Cloches Volantes (Lonceng Terbang) adalah tradisi Paskah unik di Prancis, di mana lonceng gereja berhenti berbunyi dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah sebagai tanda berkabung. Anak-anak diberitahu bahwa lonceng terbang ke Roma untuk diberkati Paus dan kembali pada Minggu pagi membawa cokelat dan permen. 

          Legenda ini bermula sejak abad ke-12, dimana lonceng dianggap terbang ke Roma untuk berkat. Lonceng diam dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah untuk meratapi kematian Yesus, melambangkan keheningan sebelum kebangkitan. Saat kembali pada Sabtu malam atau Minggu pagi, lonceng-lonceng ini menjatuhkan cokelat, permen, dan telur Paskah untuk anak-anak.

          Tradisi ini menandai akhir masa pra Paskah dan perayaan kebangkitan dengan membunyikan lonceng kembali secara gembira pada Minggu Paskah. Ini menggantikan tradisi Kelinci Paskah yang umum di negara lain, dimana lonceng dianggap membawa oleh-oleh dari Roma.

4. Tradisi Kuliner Paskah di Rusia

Di Rusia, Paskah dirayakan dengan membuat dua hidangan khas yaitu Paskha, sajian manis dari keju cottage, dan Kulich, roti tinggi yang dihias dengan glasir dan taburan manis.Tradisi kuliner Paskah di Rusia berpusat pada perayaan akhir puasa 48 hari dengan hidangan istimewa, utamanya Kulich (roti ragi manis berglasir) dan Paskha (puding keju dadih berbentuk piramida).

Hidangan ini melambangkan kehidupan baru dan kebangkitan, sering disertai telur rebus yang diwarnai merah dengan kulit bawang. Roti tinggi berbentuk silinder yang kaya rasa (mentega dan telur), dihiasi glasir putih dan taburan manis, sering dicetak huruf "ХВ" (Kristus Telah Bangkit). Hidangan penutup berbahan dasar keju dadih (tvorog), mentega, gula, dan kismis. Berbentuk piramida terpancung yang melambangkan makam Kristus.

Telur rebus yang diwarnai menggunakan kulit bawang tradisional untuk melambangkan darah Kristus dan kebangkitan. Setelah misa tengah malam, meja makan dipenuhi makanan lezat seperti daging, ikan, dan pai (pierogi) setelah masa puasa. Tradisi ini melambangkan kegembiraan, kebersamaan, dan kemakmuran, di mana makanan sering diberkati di gereja sebelum disantap

 

(dok:rusiabeyond)

5. Tapak Bunga di Meksiko

Di Meksiko, perayaan Paskah sering kali dihiasi dengan tradisi alfombras (permadani) yang terbuat dari pasir berwarna, serbuk gergaji, dan bunga-bunga segar. Berbeda dengan poinsettia (bunga Paskah/Nochebuena) yang identik dengan Natal, bunga yang digunakan saat Paskah cenderung beragam, sering kali berwarna cerah untuk menyambut musim semi dan melambangkan kehidupan baru. 

Jalanan dan lantai gereja dihiasi dengan permadani bunga yang rumit, yang sering kali dibuat oleh komunitas sebagai bagian dari prosesi. Selain bunga lili tradisional, berbagai bunga lokal yang mekar di musim semi digunakan untuk menghias altar dan gereja.

Bunga-bunga ini melambangkan kehidupan baru, harapan, dan kebangkitan.Tradisi mencapai puncaknya pada Minggu Palma (Domingo de Ramos) dan Minggu Paskah. 

6. Semana Santa di Indonesia

Semana Santa adalah tradisi perayaan Pekan Suci Paskah, di Larantuka, Flores Timur (NTT).  Momen  warisan Portugis  ini telah berlangsung selama 5 abad, sejak 1662. Perayaan menonjolkan prosesi bahari patung Yesus (Tuan Meninu) dan patung Maria (Tuan Ma) ini, menarik ribuan peziarah domestik dan internasional untuk berziarah serta pertobatan. 

Perayaan dilakukan selama 7 hari berturut-turut, mulai dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah. Puncak perayaan adalah prosesi laut dimana patung Tuan Meninu diangkut dengan sampan melintasi selat, sementara patung Tuan Ma diarak di darat.Prosesi melibatkan ritual khusus seperti Rabu Trewa (peringatan pengkhianatan Yudas), Kamis Putih, Jumat Agung (puncak duka), Sabtu Suci, hingga Minggu Paskah.

Selain ziarah rohani, Semana Santa merupakan ikon wisata budaya NTT yang menggerakkan ekonomi lokal, dengan ribuan peziarah dari seluruh nusantara.Tuan Ma (patung Bunda Maria) dan Tuan Meninu (patung Kanak-kanak Yesus) adalah figur sentral yang dihormati dalam tradisi ini. Tradisi ini menggabungkan iman Katolik yang mendalam dengan budaya lokal, menjadikannya salah satu perayaan Paskah paling unik dan sakral di Indonesia. (t)

 

(dok:cnnindonesia.com)