Tradisi Paskah di Berbagai Negara
Paskah tak
hanya diperingati sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus, tetapi juga dirayakan
dengan berbagai tradisi yang unik dan menarik di seluruh dunia.Setiap negara
memiliki cara tersendiri dalam menyambut momen sakral ini, mulai dari prosesi
keagamaan yang khidmat, hingga kegiatan meriah yang melibatkan masyarakat luas.
Secara
historis, perayaan Paskah diperkirakan telah dimulai sejak abad ke-2 dan
dikenal dengan nama Easter
Day. Nama ini berasal dari “Eostre”,
dewi musim semi dalam mitologi Eropa. Tak heran jika Paskah biasanya jatuh saat
titik balik musim semi, terutama di wilayah Eropa, mengikuti penanggalan
Julian.
Meski isi
utamanya tetap sama merayakan kemenangan atas kematian dan dosa, namun tradisi
Paskah mencerminkan kekayaan budaya dan keimanan umat Kristiani di berbagai
belahan dunia.
Paskah
sering kali dikaitkan dengan telur dan berbagai kegiatan seputar-nya. Namun,
seiring berjalannya waktu, banyak negara mulai mengembangkan tradisi Paskah
yang khas, menyesuaikan dengan budaya lokal mereka. Hal ini menjadikan perayaan
Paskah semakin kaya dan meriah dengan beragam bentuk kreativitas.
Dirangkum
dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah tradisi unik dalam merayakan
Paskah di berbagai belahan dunia .
1.
Perang Air di Ukraina
"Perang
air" Paskah di Ukraina, yang lebih dikenal sebagai "Wet Monday"
(Senin Basah) atau Polivany Ponedilok dalam bahasa Ukraina, adalah
tradisi kuno yang dirayakan pada hari Senin setelah Minggu Paskah Ortodoks.
Tradisi ini melambangkan penyucian spiritual, kesehatan, dan penyambutan musim
semi.
Tradisi ini
berakar dari kepercayaan bahwa air pada hari Senin Paskah memiliki kekuatan
magis untuk menyembuhkan, membersihkan tubuh dan jiwa, serta membawa kesuburan.
Secara tradisional, anak laki-laki akan menyiramkan air ke anak perempuan
sebagai tanda perhatian. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini
berkembang menjadi perang air yang lebih inklusif dan meriah. Dimana semua
orang, tanpa memandang gender atau usia, saling menyiramkan air menggunakan
ember atau pistol air.
Meskipun
dirayakan di seluruh Ukraina, tradisi "Wet Monday" paling aktif dan
meriah dirayakan di bagian barat Ukraina, terutama di kota Lviv. Meskipun dalam
situasi perang, perayaan ini sering kali tetap dilakukan sebagai bentuk
ketahanan budaya dan simbol kemenangan kehidupan atas kematian.
Di beberapa
daerah, anak laki-laki yang menyiram air akan diberikan telur Paskah (pisanki)
sebagai imbalan. Tradisi serupa juga ditemukan di negara-negara Eropa Tengah
dan Timur lainnya, seperti Polandia (Śmigus-Dyngus), Hungaria, dan
Slowakia.
2. Maundy Thursday di Inggris
Kamis
sebelum Paskah dikenal sebagai Maundy
Thursday. Dalam tradisi ini, Raja atau Ratu Inggris memberikan uang
koin khusus (Maundy money)
kepada warga lansia. Sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan, mengikuti
teladan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya.
Istilah "Maundy" berasal dari bahasa Latin mandatum
(perintah), merujuk pada perintah Yesus kepada murid-murid-Nya untuk saling
mengasihi, yang disampaikan saat pembasuhan kaki. Raja atau perwakilan kerajaan
membagikan dompet merah dan putih berisi koin Maundy kepada pensiunan yang
berjasa, dengan jumlah penerima pria dan wanita sesuai dengan usia sang Raja.
Banyak gereja di Inggris (Anglikan dan Katolik) mengadakan
kebaktian khusus pada malam hari, merenungkan Perjamuan Terakhir. Kadang-kadang
membasuh kaki jemaat sebagai simbol pelayanan. Koin yang diberikan adalah uang
logam perak khusus yang disahkan sebagai alat pembayaran. Namun biasanya
disimpan sebagai kenang-kenangan oleh penerimanya. Jatuh pada Kamis sebelum
Paskah, menandai dimulainya Triduum Paskah.
(dok: Express.co.uk)
3.
Lonceng Terbang di Prancis
Di Prancis,
terdapat kepercayaan bahwa lonceng-lonceng gereja "terbang" ke Roma
saat Kamis Putih sebagai simbol duka. Serta kembali berbunyi meriah di Minggu Paskah
sebagai lambang sukacita atas kebangkitan Kristus.
Les Cloches Volantes (Lonceng Terbang) adalah tradisi Paskah unik di Prancis, di
mana lonceng gereja berhenti berbunyi dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah
sebagai tanda berkabung. Anak-anak diberitahu bahwa lonceng terbang ke Roma
untuk diberkati Paus dan kembali pada Minggu pagi membawa cokelat dan
permen.
Legenda ini bermula sejak abad ke-12,
dimana lonceng dianggap terbang ke Roma untuk berkat. Lonceng diam dari
Kamis Putih hingga Minggu Paskah untuk meratapi kematian Yesus, melambangkan
keheningan sebelum kebangkitan. Saat kembali pada Sabtu malam atau
Minggu pagi, lonceng-lonceng ini menjatuhkan cokelat, permen, dan telur Paskah
untuk anak-anak.
Tradisi ini menandai akhir masa pra Paskah
dan perayaan kebangkitan dengan membunyikan lonceng kembali secara gembira pada
Minggu Paskah. Ini menggantikan tradisi Kelinci Paskah yang umum di negara
lain, dimana lonceng dianggap membawa oleh-oleh dari Roma.
4. Tradisi Kuliner Paskah di
Rusia
Di Rusia,
Paskah dirayakan dengan membuat dua hidangan khas yaitu Paskha, sajian manis
dari keju cottage,
dan Kulich, roti
tinggi yang dihias dengan glasir dan taburan manis.Tradisi kuliner Paskah di Rusia berpusat pada perayaan akhir
puasa 48 hari dengan hidangan istimewa, utamanya Kulich (roti ragi manis
berglasir) dan Paskha (puding keju dadih berbentuk piramida).
Hidangan ini melambangkan kehidupan baru dan kebangkitan,
sering disertai telur rebus yang diwarnai merah dengan kulit bawang. Roti
tinggi berbentuk silinder yang kaya rasa (mentega dan telur), dihiasi glasir
putih dan taburan manis, sering dicetak huruf "ХВ" (Kristus Telah
Bangkit). Hidangan penutup berbahan dasar keju dadih (tvorog), mentega,
gula, dan kismis. Berbentuk piramida terpancung yang melambangkan makam
Kristus.
Telur rebus yang diwarnai menggunakan kulit bawang
tradisional untuk melambangkan darah Kristus dan kebangkitan. Setelah misa
tengah malam, meja makan dipenuhi makanan lezat seperti daging, ikan, dan pai
(pierogi) setelah masa puasa. Tradisi ini melambangkan kegembiraan, kebersamaan, dan kemakmuran, di
mana makanan sering diberkati di gereja sebelum disantap
(dok:rusiabeyond)
5.
Tapak Bunga di Meksiko
Di Meksiko,
perayaan Paskah sering kali dihiasi dengan tradisi alfombras (permadani)
yang terbuat dari pasir berwarna, serbuk gergaji, dan bunga-bunga segar.
Berbeda dengan poinsettia (bunga Paskah/Nochebuena) yang identik dengan Natal,
bunga yang digunakan saat Paskah cenderung beragam, sering kali berwarna cerah
untuk menyambut musim semi dan melambangkan kehidupan baru.
Jalanan dan
lantai gereja dihiasi dengan permadani bunga yang rumit, yang sering kali
dibuat oleh komunitas sebagai bagian dari prosesi. Selain bunga lili
tradisional, berbagai bunga lokal yang mekar di musim semi digunakan untuk
menghias altar dan gereja.
Bunga-bunga ini
melambangkan kehidupan baru, harapan, dan kebangkitan.Tradisi mencapai
puncaknya pada Minggu Palma (Domingo de Ramos) dan Minggu Paskah.
6. Semana Santa di Indonesia
Semana
Santa
adalah tradisi perayaan Pekan Suci Paskah, di Larantuka, Flores Timur (NTT). Momen warisan Portugis ini telah berlangsung selama 5 abad, sejak
1662. Perayaan menonjolkan prosesi bahari patung Yesus (Tuan Meninu) dan patung
Maria (Tuan Ma) ini, menarik ribuan peziarah domestik dan internasional untuk
berziarah serta pertobatan.
Perayaan
dilakukan selama 7 hari berturut-turut, mulai dari Minggu Palma hingga Minggu
Paskah. Puncak perayaan adalah prosesi laut dimana patung Tuan Meninu diangkut
dengan sampan melintasi selat, sementara patung Tuan Ma diarak di darat.Prosesi
melibatkan ritual khusus seperti Rabu Trewa (peringatan pengkhianatan
Yudas), Kamis Putih, Jumat Agung (puncak duka), Sabtu Suci,
hingga Minggu Paskah.
Selain
ziarah rohani, Semana Santa merupakan ikon wisata budaya NTT yang menggerakkan
ekonomi lokal, dengan ribuan peziarah dari seluruh nusantara.Tuan Ma
(patung Bunda Maria) dan Tuan Meninu (patung Kanak-kanak Yesus) adalah
figur sentral yang dihormati dalam tradisi ini. Tradisi ini menggabungkan
iman Katolik yang mendalam dengan budaya lokal, menjadikannya salah satu
perayaan Paskah paling unik dan sakral di Indonesia. (t)
(dok:cnnindonesia.com)


