RAT ke XXX KSP KOPDIT PINTU AIR NTT Tergetkan Kemandirian Ekonomi Anggota
Forum
anggota tertinggi tersebut diselenggarakan secara hybrid, online dan offline. Pengurus, Pengawas, top manajemen, dan perwakilan anggota di
sekitar kantor pusat, termasuk pengurus dan manajemen dari 13 kantor cabang
yang berlokasi di Kabupaten Sikka mengikuti secara langsung di kantor pusat. Sementara
komite dan manajemen, serta perwakilan anggota dari 46 kantor cabang dan 23 Kantor
Cabang Pembantu (KCP) mengikuti secara virtual dari kantornya masing-masing.
Selain dari
Kementerian Koperasi, tampak hadir Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,
Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, pejabat Dinas Koperasi dan
UMKM Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Dinas
Koperasi Kabupaten Sikka, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Ketua Inkopdit Wara Sabon
Dominikus, Tokoh Penggerak Koperasi Romanus Woga, Direktur Koperasi BMI Group,
Pengurus Kopdit Obor Mas, Dirut Asta Kanti Rudi Pahala, dan sejumlah tamu
undangan lainnya.
Dalam Misa
Syukur pembukaan RAT, Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu menegaskan bahwa
kejujuran, solidaritas, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil harus menjadi
fondasi utama dalam pengelolaan koperasi. Agar keadilan dan kesejahteraan dapat mengalir, hingga
kepada mereka yang paling kecil dan tersisihkan.
Menurutnya,
RAT tidak boleh hanya menjadi agenda
administratif yang berfokus pada laporan keuangan semata. Namun harus menjadi momentum refleksi iman,
sekaligus komitmen bersama untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota.“RAT
bukan sekadar laporan angka, melainkan altar komitmen iman yang dialiri belas
kasih.”
Menjadi
Mentor KDKMP
Dalam sambutannya, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, melalui Deputi Pengawasan Koperasi, Herbert Siagian, berharap Kopdit Pintu Air menjadi mentor bagi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kopdit Pintu Air dapat berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi. “Kolaborasi bukan sekadar kunci, tetapi menjadi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap langkah dalam menjalankan program.”
Sementara
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi positif atas keberhasilan
Kopdit Pintu Air dalam mengembangkan usaha, yang berdampak pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya,
Kopdit Pintu Air merupakan contoh nyata kekuatan ekonomi kerakyatan yang tumbuh
dari akar rumput. Hingga berkembang menjadi salah satu lembaga
keuangan berbasis anggota terbesar di NTT dengan jangkauan hingga berbagai
wilayah di Indonesia.
Bupati Sikka, Juventus
Prima Yoris Kago, mengapresiasi peran Kopdit Pintu Air sebagai motor penggerak
ekonomi masyarakat, tidak hanya di NTT, tetapi juga di tingkat nasional. Yoris
Kago mendukung penuh transformasi Kopdit
Pintu Air menuju Holding Company dan menyebutnya sebagai terobosan yang
hebat untuk kemandirian ekonomi anggota.
Bupati berharap, konsep ini dapat
membuka peluang baru dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, terutama di
sektor-sektor produktif yang selama ini belum digarap secara maksimal. Ia
mencontohkan beberapa sektor yang memiliki potensi besar di Kabupaten Sikka,
seperti perkebunan, kelautan, dan perikanan.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten
Sikka, Stefanus Sumandi mengakui Kopdit Pintu Air konsisten menjadi penggerak
ekonomi rakyat. Keberadaan Kopdit Pintu
Air tidak hanya berfungsi sebagai Lembaga keuangan koperasi, tetapi juga motor
penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi anggota yang kembangkan usaha
produktif.
Menurutnya, sektor industri formal
maupun jasa masih membutuhkan dorongan
yang lebih kuat, agar dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu
keberadaan Kopdit Pintu Air dinilai sangat strategi dalam perkuat fondasi
ekonomi, sekaligus bantu para anggota berkembang lebih cepat. (n)

