RAT ke XXX KSP KOPDIT PINTU AIR NTT Tergetkan Kemandirian Ekonomi Anggota

Friday, April 3, 2026

 


KSP Kopdit Pintu Air menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke XXX,  Tahun Buku 2025, awal Maret lalu.  Kegiatan dilaksanakan di auditorium Kantor Pusat, Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Forum anggota tertinggi tersebut diselenggarakan secara hybrid, online dan offline. Pengurus, Pengawas, top manajemen, dan perwakilan anggota di sekitar kantor pusat, termasuk pengurus dan manajemen dari 13 kantor cabang yang berlokasi di Kabupaten Sikka mengikuti secara langsung di kantor pusat. Sementara komite dan manajemen, serta perwakilan anggota dari 46 kantor cabang dan 23 Kantor Cabang Pembantu (KCP) mengikuti secara virtual dari kantornya masing-masing.

Selain dari Kementerian Koperasi, tampak hadir Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, pejabat Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Dinas Koperasi Kabupaten Sikka, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Ketua Inkopdit Wara Sabon Dominikus, Tokoh Penggerak Koperasi Romanus Woga, Direktur Koperasi BMI Group, Pengurus Kopdit Obor Mas, Dirut Asta Kanti Rudi Pahala, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam Misa Syukur pembukaan RAT, Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu menegaskan bahwa kejujuran, solidaritas, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan koperasi. Agar keadilan dan kesejahteraan dapat mengalir, hingga kepada mereka yang paling kecil dan tersisihkan.

Menurutnya,  RAT tidak boleh hanya menjadi agenda administratif yang berfokus pada laporan keuangan semata. Namun  harus menjadi momentum refleksi iman, sekaligus komitmen bersama untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota.“RAT bukan sekadar laporan angka, melainkan altar komitmen iman yang dialiri belas kasih.”

 

Menjadi Mentor KDKMP

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, melalui Deputi Pengawasan Koperasi, Herbert Siagian, berharap  Kopdit Pintu Air  menjadi mentor bagi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).  Kopdit Pintu Air dapat berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi. “Kolaborasi bukan sekadar kunci, tetapi menjadi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap langkah dalam menjalankan program.”

Sementara Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi positif atas keberhasilan Kopdit Pintu Air dalam mengembangkan usaha, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, Kopdit Pintu Air merupakan contoh nyata kekuatan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari akar rumput. Hingga berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan berbasis anggota terbesar di NTT dengan jangkauan hingga berbagai wilayah di Indonesia.

               Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengapresiasi peran Kopdit Pintu Air sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, tidak hanya di NTT, tetapi juga di tingkat nasional. Yoris Kago  mendukung penuh transformasi Kopdit Pintu Air menuju Holding Company dan menyebutnya sebagai terobosan yang hebat untuk kemandirian ekonomi anggota.

          Bupati berharap, konsep ini dapat membuka peluang baru dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, terutama di sektor-sektor produktif yang selama ini belum digarap secara maksimal. Ia mencontohkan beberapa sektor yang memiliki potensi besar di Kabupaten Sikka, seperti perkebunan, kelautan, dan perikanan.
          Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi mengakui Kopdit Pintu Air konsisten menjadi penggerak ekonomi rakyat. Keberadaan  Kopdit Pintu Air tidak hanya berfungsi sebagai Lembaga keuangan koperasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi anggota yang kembangkan usaha produktif.

          Menurutnya, sektor industri formal maupun  jasa masih membutuhkan dorongan yang lebih kuat, agar dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu keberadaan Kopdit Pintu Air dinilai sangat strategi dalam perkuat fondasi ekonomi, sekaligus bantu para anggota berkembang lebih cepat. (n)