Pendidikan Karakter Tanggung Jawab Bersama
Menurut
Budiyanto, pendidikan karakter merupakan benteng utama dalam menjaga ketahanan
bangsa. Di tengah derasnya arus
digitalisasi, karakter menjadi benteng yang tidak bisa digantikan oleh
teknologi apapun. Oleh karena itu ia mengajak seluruh unsur pendidikan
memperkuat kerja sama. Ia berharap setiap sekolah memiliki ekosistem yang
mendukung tumbuhnya nilai-nilai luhur. “Karakter itu bukan tambahan, melainkan
inti dari pendidikan. Jika karakter kuat, bangsa ini akan berdiri kokoh,” ujarnya.
Pendidikan
karakter, lanjutnya, merupakan tanggung
jawab bersama. Mulai dari sekolah, keluarga dan masyarakat. Mereka harus peduli dalam mengelola lingkungan yang
edukatif. Budiyanto menekankan urgensi penguatan pendidikan karakter di tengah
derasnya arus digitalisasi, yang mempengaruhi
perilaku peserta didik. “Sekolah harus menjadi ruang yang aman sekaligus kokoh
dalam menjaga nilai-nilai moral. “Nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung
jawab, dan empati harus menjadi kultur nyata di sekolah,” ujarnya.
Dukung Program 7 KAIH
Bersama
Pemkot. Semarang, Dewan Pendidikan memperkuat implementasi pendidikan karakter
melalui program 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat). Yakni Bangun Pagi,
Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat
dan Tidur Lebih Awal.
Baginya,
program itu bukan sekedar semboyan, namun pedoman yang harus dipraktikkan setiap hari.
“Kami berharap seluruh sekolah ikut memastikan bahwa karakter benar-benar
dibangun melalui kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat. Ekosistemnya
harus terbuka dan saling mendukung,” tambahnya.
Kebiasaan
baik, lanjutnya, sangat mendukung proses pembentukan karakter siswa. Karakter
tidak tumbuh dalam ruang instan, namun dibangun perlahan melalui konsistensi.
Kebiasaan baik itu fondasi. Dari situ lahir kemandirian, tanggung jawab, dan
keteguhan sikap. Semua harus berperan dalam menanamkan karakter terhadap diri
anak.
Ketua umum
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Semarang (DPP IKA UNNES)
ini menegaskan bahwa keteladanan
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat di sekitar anak, sangat menentukan pembentukan karakter.Oleh
karena itu aktivitas anak di luar lingkungan sekolah dan keluarga juga harus
menjadi perhatian masyarakat. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan
karena masyarakat lepas kontrol. (tono)
