Pendidikan Karakter Tanggung Jawab Bersama

Friday, April 3, 2026

 


Menurut Budiyanto, pendidikan karakter merupakan benteng utama dalam menjaga ketahanan bangsa.  Di tengah derasnya arus digitalisasi, karakter menjadi benteng yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apapun. Oleh karena itu ia mengajak seluruh unsur pendidikan memperkuat kerja sama. Ia berharap setiap sekolah memiliki ekosistem yang mendukung tumbuhnya nilai-nilai luhur. “Karakter itu bukan tambahan, melainkan inti dari pendidikan. Jika karakter kuat, bangsa ini akan berdiri kokoh,” ujarnya.

Pendidikan karakter, lanjutnya,  merupakan tanggung jawab bersama. Mulai dari sekolah, keluarga dan masyarakat. Mereka  harus peduli dalam mengelola lingkungan yang edukatif. Budiyanto menekankan urgensi penguatan pendidikan karakter di tengah derasnya arus digitalisasi,  yang mempengaruhi perilaku peserta didik. “Sekolah harus menjadi ruang yang aman sekaligus kokoh dalam menjaga nilai-nilai moral. “Nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan empati harus menjadi kultur nyata di sekolah,” ujarnya.

 

Dukung Program 7 KAIH

 

Bersama Pemkot. Semarang, Dewan Pendidikan memperkuat implementasi pendidikan karakter melalui program 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat). Yakni Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat dan Tidur Lebih Awal.

Baginya, program itu bukan sekedar semboyan, namun  pedoman yang harus dipraktikkan setiap hari. “Kami berharap seluruh sekolah ikut memastikan bahwa karakter benar-benar dibangun melalui kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat. Ekosistemnya harus terbuka dan saling mendukung,” tambahnya.

Kebiasaan baik, lanjutnya,  sangat mendukung  proses pembentukan karakter siswa. Karakter tidak tumbuh dalam ruang instan, namun dibangun perlahan melalui konsistensi. Kebiasaan baik itu fondasi. Dari situ lahir kemandirian, tanggung jawab, dan keteguhan sikap. Semua harus berperan dalam menanamkan karakter terhadap diri anak.  

Ketua umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Semarang (DPP IKA UNNES) ini menegaskan bahwa  keteladanan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat di sekitar anak,  sangat menentukan pembentukan karakter.Oleh karena itu aktivitas anak di luar lingkungan sekolah dan keluarga juga harus menjadi perhatian masyarakat. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan karena masyarakat lepas kontrol. (tono)