Nganggung Tradisi Masyarakat Bangka Belitung

Thursday, April 2, 2026

 


             Nganggung merupakan salah satu tradisi turun-temurun masyarakat Pulau Bangka Belitung. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang hari besar agama Islam. Nganggung juga biasa dilakukan dalam rangka menyambut tamu kehormatan, merayakan panen berlimpah, hingga menjelang acara pernikahan.

        Nganggung dilaksanakan dengan cara membawa makanan di dalam dulang (talam), yang kemudian ditutup dengan tudung saji. Dinamai Nganggung karena dulang atau talam tersebut dibawa dengan cara dianggung atau dipapah di bahu. Kemudian menuju masjid, surau, atau rumah warga yang punya hajat.
        Tidak hanya dalam suasana sukacita, Nganggung juga bisa dilakukan pada saat dukacita,  seperti saat orang meninggal. Nganggung menjadi ungkapan bela sungkawa warga kepada keluarga yang ditinggalkan.


Prosesi

 

Proses Nganggung ini diawali dengan menyiapkan makanan di dalam dulang. Makanan yang disiapkan telah disepakati sebelumnya, sehingga tidak saling berbeda setiap orang. Seorang laki-laki akan ditunjuk sebagai perwakilan dari setiap rumah untuk menganggung dulang ke tempat yang telah disepakati. Dulang harus dianggung dengan cara dipapah di bahu dengan tangan sejajar dengan bahu.
         Setelah tiba di tempat tujuan, panitia akan menerima dulang dari masing-masing orang. Selanjutnya saling ditukarkan dengan tujuan agar masyarakat bisa saling menikmati masakan orang lain.Tradisi Nganggung dilaksanakan sebagai bentuk rasa kepedulian, kebersamaan, gotong royong, dan menjaga silaturahmi agar tidak terputus.
Tradisi Nganggung juga menunjukkan identitas penduduk Bangka yang memuliakan persatuan, baik antara sesama warga lokal maupun dengan pendatang.
         Tradisi ini telah melekat pada masyarakat Bangka sehingga menjadi kebiasaan yang rutin dilakukan. Menjadi identitas masyarakat setempat, sehingga tradisi ini pun memiliki slogan “Sepintu Sedulang. ” Artinya satu pintu membawa satu dulang.
Kegiatan Nganggung biasanya dilengkapi dengan doa-doa dan ceramah agama sesuai dengan momen perayaan yang diadakan.

Acara dimulai dengan upacara adat yang dipimpin oleh sesepuh atau tokoh adat setempat. Dengan berbagai ritual dan doa untuk memohon berkah serta keselamatan dari leluhur dan Tuhan.Selama Nganggung, masyarakat Bangka Belitung menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya, permainan rakyat, musik tradisional, dan drama. Pertunjukan ini menjadi momen untuk melestarikan dan menghargai warisan budaya.

 

Makna

 

Melalui Nganggung  hubungan antar masyarakat akan semakin kuat. Solidaritas juga semakin kokoh. Nganggung juga berperan sebagai media untuk mengenalkan dan mengajarkan tradisi kepada generasi muda sehingga mereka dapat mewarisi nilai-nilai dan kebiasaan tersebut.

Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan pada zaman modern,  masyarakat Bangka Belitung terus berupaya menjaga dan melestarikan warisan leluhur mereka. Sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, tradisi Nganggung menjadi warisan yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang. (d)