Kupat dan Lepet

Thursday, April 2, 2026

 

Ketupat dan Lepet, dua menu makanan yang tidak bisa dipisahkan saat Idul Fitri. Konon, dua sajian makanan ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, sebagai simbol perayaan budaya dan keagamaan.

Ketupat, dalam Bahasa Jawa disebut sebagai Kupat. Sementara Lepet di Sultra biasa  dikenal sebagai Lapa-Lapa. Ketupat merupakan kependekan dari “ngaku lepat (Jawa)” yang artinya mengakui kesalahan. Tindakan ngaku lepat biasanya ditandai dengan tradisi sungkeman yang dilakukan oleh orang Jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua atau orang yang lebih tua dari kita dengan bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan.

Kupat biasa dibungkus dengan janur. Dalam bahasa Arab,  Ja’an-nur, berarti telah datang cahaya. Beras yang dibungkus janur kuning berbentuk prisma segiempat. Bentuk prisma segiempat ini melambangkan bentuk hati manusia. Dengan isian beras, yang apabila telah dimasak dan dibelah, akan terlihat warna putih. Diharapkan usai lebaran,  hati kembali putih atau suci kembali.

Sedangkan anyaman ketupat dianggap sebagai bentuk kesalahan-kesalahan yang diperbuat manusia. Namun, ada juga yang mengartikan sebagai lambang kesatuan dan persaudaraan.Kemudian untuk beras, sering diartikan sebagai simbol kemakmuran. Beras di ketupat juga sebagai doa agar masyarakat diberi kelimpahan setelah Hari Raya.

 

Laku Papat

 

Kupat juga berasal dari “Laku Papat”, artinya 4 tindakan. Keempat tindakan tersebut adalah “Lebaran”: Lebar, sudah, usai, atau selesai. Menandakan berakhirnya waktu puasa. “Luberan”: melebar atau melimpah. Maksudnya adalah ajakan bersedekah yang ditujukan kepada fakir dan miskin yang ditandai dengan mengeluarkan zakat fitrah. “Leburan”: Lebur atau sudah habis. Maksudnya adalah dosa dan kesalahan akan melebur habis setelah hari raya. Hal ini dikarenakan umat Islam diajarkan untuk saling memaafkan satu sama lain. “Laburan”: berasal dari kata “labur atau kapur” yang biasa digunakan untuk menjernihkan air maupun pemutih dinding. Maksudnya adalah supaya manusia selalu menjaga kesucian baik lahir maupun batin.

Sementara Lepet adalah makanan yang terbuat dari beras ketan, santan, kelapa parut, dan garam. Kemudian   dibungkus janur dengan bentuk memanjang (silinder).Lepet adalah kependekan dari kata “silep kang rapet” atau menutup dengan rapat. Setelah ngaku lepat, lalu meminta maaf dan menutup kesalahan yang sudah dimaafkan. Artinya, jangan sampai diulangi lagi kesalahan yang sama. Supaya persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet. (d)

 (dok: alimuhson)