Guru Bukan Sekedar Mentransfer Ilmu

Friday, April 3, 2026

 Kualitas pendidikan sebagai fondasi kemajuan negara, hanya dapat terwujud melalui guru-guru yang berdedikasi tinggi. Inovasi, dedikasi, dan keikhlasan para pendidik terbukti mampu membawa perubahan nyata bagi generasi penerus Indonesia.

Harus diakui, berbagai macam profesi lahir karena jasa guru. Mereka mengajar membaca, menulis, berhitung dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Sehingga anak tumbuh dengan pengetahuan, dan karakter yang baik. Guru adalah benteng pertahanan paling depan dalam membentuk karakter, akhlak, dan masa depan generasi penerasi bangsa. Guru adalah tonggak yang paling penting dalam pembangunan bangsa. guru merupakan pilar utama yang menentukan masa depan bangsa.

Budiyanto menekankan bahwa tugas guru bukan sekadar penyampai materi. Namun  juga influencer positif yang mampu membimbing siswa dalam literasi digital dan inovasi pembelajaran. Guru harus hadir sebagai figur yang mampu mengarahkan. Mereka perlu menjadi pendamping yang memandu siswa dalam memilih informasi, serta menggunakan teknologi dengan bijak. “Peran guru tidak dapat tergantikan, karena merekalah garda terdepan dalam membentuk karakter, akhlak, dan masa depan generasi penerus bangsa.”

Ia berharap guru  terus belajar, agar semakin kompetitif dan relevan dengan perubahan zaman. Teruslah mengajar dengan hati, karena melalui ketulusan itulah masa depan Indonesia dibentuk.Indonesia akan kuat, lanjutnya, jika gurunya hebat.

Pendidikan adalah akar, dan guru adalah penjaganya. Ketika guru diberdayakan, dihargai, dan dijunjung tinggi, maka bangsa ini akan tumbuh lebih kokoh, cerdas, dan bermartabat.Bersama guru hebat, kita wujudkan Indonesia yang kuat, bangsa yang berdiri tegak di atas pengetahuan, nilai, dan harapan yang tak pernah padam

 

Menciptakan Ekosistem Pendidikan

 

Menurutnya, salah satu kontrol masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan, adalah dengan melakukan pengawasan. Jika perlu membubarkan aktivitas anak usia sekolah yang bergerombol, seperti kreak di tepi jalan.

Budiyanto mengajak semua pihak berperan dalam penguatan karakter murid.  Guru, orang tua dan masyarakat harus bersinergi, bergerak bersama saling menguatkan.  “Idealnya pendidikan tidak hanya melahirkan pelajar yang pintar, namun juga bermoral. Mari bergerak bersama melakukan penguatan pendidikan karakter pada murid sesuai dengan proporsinya.”

Pada era digital, imbuhnya, informasi yang positif atau negatif bisa dengan mudah diakses oleh siapapun,   tanpa memandang usia. Oleh karena itu anak-anak perlu pendampingan dan kontrol ketat dari orang tua, ketika sedang mengakses informasi dari gadget atau alat komunikasi lainnya. Jangan sampai anak-anak menonton film yang tidak pantas, atau masuk dalam komunitas grup pergaulan bebas hingga narkoba. “Kehebatan masa depan bangsa Indonesia tergantung proses pendidikan yang sedang berlangsung saat ini.” (tono)